Nutrisi Baru

0

Written on 12:47 AM by Tazmania


PSA tentang pengaruh media (khususnya TV) pada anak. Sebagaimana diketahui bahwa anak-anak kini amat dominan "bermain dengan TV". Dan pola pikir serta perkembangan seseorang itu dipengaruhi dari apa yang dia lihat, dengar, dan rasakan.Dengan targetnya adalah para ibu, maka tampilan iklan dibuat seperti memperkenalkan produk baru (seperti botol susu), yaitu remote dengan di atasnya dot susu. Maksudnya yaitu TV (diwakilkan dengan gambar remote) merupakan nutrisi anak masa kini.
Dengan faktor target audiencenya juga maka dipilih background yang bisa mewakilkan kelembutan, yaitu handuk dengan warna-warna ceria. Alasan penggunaan warna ceria juga dikaitkan dengan tujuan menarik perhatian sang target audience agar dia benar-benar mengira ini produk buat anaknya.

Di tambahkan dengan body copy yang menyebutnya bahwa “nutrisi untuk buah hati anda, dapat membantu perkembangan otak si kecil, menambah wawasan mereka.”
Namun, memungkinkan pula membuat anak menjadi manusia tak beradab. Oleh karena itu dalam penggunaan media khususnya televisi bimbingan orang tua sangat disarankan.

korban iklan

0

Written on 11:57 PM by Tazmania



“Wooi…kmanalo??? Blom selese pak..!!”
Kalimat itu terlontar dari lelaki yang usianya tak jauh dari ku. Rambutnya agak ikal, dengan kulit Indonesia, hmmm..cukup manis juga, lengkap dengan bulir-bulir keringat di wajahnya. Ketika itu aku sedang duduk di sebuah bangku panjang tak jauh dari sebuah lapangan kecil dengan lapisan rumput sintesis yang di kurung oleh jaring-jaring yang lumayan tinggi. Kemudian aku lihat teman yang di panggil oleh lelaki berkeringat tadi melangkahkan tungkainya ke suatu tempat yang memang dikhususkan untuk melepaskan dahaga bagi para pendatang yang bermain di arena tersebut. Pandanganku pun kupalingkan kembali ke arah lapangan dengan manusia-manusia yang mengejar benda bundar yang bergulir ke sana kemari. Sesekali aku tersenyum saja melihat mereka. Lucu. Kadang ku pikir, di mana letak kenikmatan bagi para pria itu dengan berlari ke sana kemari, mengejar, lalu dapat, digiring sebentar atau bahkan malah langsung di buang lagi. Haha…aneh. Walaupun sebenarnya aku cukup menikmati olahraga ini di layar kaca, namun alasan untuk hal ini karena aku menikmati fisik mereka. Mungkin mereka pun kadang merasakan demikian, saat melihat kaum wanita yang betah berlama-lama di salon atau menghabiskan waktu untuk shopping (namun aku bukan wanita yang demikian).
Kemudian bola mataku ditarik kembali pada langkah pria yang tadi keluar permainan untuk melepas dahaga. Dia berjalan tidak dengan tangan kosong lagi. Dalam genggaman tangan kanannya, terdapat sebuah kotak dengan warna krem, dengan sedotan yang masih tertusuk di sana. Ya sekotak susu. Cukup kaget juga dengan apa yang ku lihat. Karena mungkin biasanya (atau mungkin hanya dogma yang terbentuk oleh media), kaum pria setelah berkeringat dalam otakku tadinya akan menenggak softdrink atau minuman pengganti cairan tubuh, namun ini..haha..S-U-S-U. Entahlah, mana yang lebih sehat mengenai minum susu atau minuman lainnya setelah berkeringat, aku belum pernah mendapat info akan hal ini.
“Brrrrrrrrr…”
Sontak lamunanku tentang susu buyar oleh suara tersebut. Haha..rupanya nada yang mengikuti sebuah iklan minuman ringan itu keluar dari mulut pria pembawa susu tadi dengan diikuti gerak tubuh yang juga memperagakan apa yang ada di iklan. Hmmm..ternyata media berpengaruh juga buatnya, yaa paling tidak mengenai,,, “Brrrrrrrrr…”.

(Belakangan aku baru tahu dari sebuah iklan minuman berisotonik—Powerade—di sebuah tabloid olahraga bahwa sebelum, saat, atau sehabis olahraga sebaiknya minumlah minuman yang mengandung isotonik, jangan minum kopi, susu, apalagi air panas)